Pengucapan ra ini ada yang bisa dibaca tebal dan ada. Ro’ dibaca tafkhim terdapat pada delapan keadaan: التَّرْقِيْقِ ( tarqiq ) التَّرْقِيْقُ لُغَةً : Tarqiq menurut bahasa التَّنْحِيْفُ artinya menguruskan. Sedang menurut istilah tarqiq. Karakteristik tafkhim dan tarqiq. Terdapat pembagian bacaan yang termasuk dalam kategori tafkhim atau tarqiq. Hukum bacaan lam ( ل ) di dalam ilmu tajwid hukum bacaan lam ada dua macam, yaitu : Lam tafkhim ( تفحيم ) tebal / mufakhkhamah. Apabila ada huruf lam ( ل ) dalam lafzul jalalah (. Hukum bacaan tajwid pembahasan tebal dan tipis, ini contoh ra tarqiq beserta suratnya di dalam al quran harakat kasrah sukun selain tafkhim jawazul wajhain. Tafkhim artinya melafalkan huruf tertentu memakai bacaan. Ro' yang boleh dibaca tafkhim atau tarqiq : Ro' sukun sebelumnya berharokat kasrah dan sesudahnya huruf isti'la' berharokat kasroh, contoh: فِ رْ قٍ lafadz فِ رْ قٍ. Hukum bacaan ra tarqiq dan contohnya. Ketika huruf ra berharakat kasrah, sukun, atau ra waqaf yang didahului huruf ya (ي) , maka ia dibaca dengan tarqiq atau tipis. Meskipun ra sukun dan harakat kasrah berada dalam satu kata atau bahkan berada dalam kata berbeda, ra tetap dibaca tafkhim. Contoh ra tafkhim yang memiliki syarat. Salah satu pembahasan ilmu tajwid adalah hukum tafkhim dan tarqiq. Tafkhim artinya tebal dan tarqiq artinya tipis. Tafkhim dan tarqiq diterapkan dalam lafadz allah, huruf. Secara singkat, syarat ro dibaca tafkhim terkumpul dalam lima syarat sebagai berikut ini : Ro berharakat fathah atau dhammah. Apabila ada huruf ro yang berharakat fathah atau dhammah. Ro dibaca tebal yaitu. Apabila huruf ra ( ﺭ ) berharakat sukun, huruf sebelumnya berharakat kasrah asli, dan terdapat salah satu huruf isti'la sesudah huruf ra ( ﺭ ). Huruf ra dibaca tafkhim atau tebal apabila berharakat fathah, fathahtain, dhammah, dhammahtain, dan sukun yang huruf sebelumnya berharakat fathah atau dhammah. Pengucapannya ada yang dapat dibaca tebal atau pun dibaca tipis. Hukum bacaan lam dalam al quran berlaku bagi huruf lam yang berharakat. Cara membacanya terbagi menjadi dua jenis yakni, bacaan tafkhim (tebal) dan bacaan tarqiq (tipis). Untuk bahan latihan, mari perhatikan kalimat berikut ini dan bedakan bacaannya tafkhim dan tarqiq: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ Mulai dari surat al fatihah hingga al baqarah, ada sejumlah contoh hukum.